Jum’at, 15 Februari 2008.
Setelah menyelesaikan reporting, aku mencoba mengirimkan laporan iu kepada optim engineer. Tetapi nampaknya jaringan GPRS maupun 3G nDak ada yang mau mendukung niatku, sinya semuanya habis (dah dibooking orang numpaknya). Jam di HaPe ku menunjukkan 21.00, wah klo ndak segera besiap siap, bisa kemaleman di jalan nih. Singkat kata, packing sudah beres, tangki motor juga udah penuh dengan PERTAMAX™. Aku segera berangkat meninggalkan Sumurboto menuju Kepanjen lewat jalur tengah ( Rutenya : Semarang-Salatiga-Sragen-Ngawi-Madiun-Nganjuk-Kediri-Blitar-Kepanjen).
Tepat jam sepuluh malam, aku memulai perjalanan -solo touring- ini, karena kondisi jalanan yang agak basah kecepatan Scorpio kubatasi max 60km/jam, lagian jalanan menuju Salatiga adalah jalanan dengan kontur berbukit (naik turun). Perjalanan lancar sampai Salatiga, tapi aku salah mengambil jalur (masuk jalur dalam kota Salatiga yang mBulet), dan pejalananku pun terhambat karena adanya Operasi Pulisi. Huh.
Apesnya, aku kena tilang resmi (STNK pun tertahan dan harus sidang 28 feb nanti). Semakin apesnya lagi lampu depan mampus, yang menyala tinggal lampu kota saja
.
setelah dibawa ke bengkel :
ketemu, ini biangnya :
Perjalanan menuju Sragen via Tingkir yang notabene jalanannya gelap harus kulalui dengan mata melotot (padahal dah pake kacamata). Alhamdulillah aku berhasil membuntuti seekor Truk yang berjalan pelan, dan aku pun bisa mohon penerangan kepada supirnya. Sampai di daerah Gemolong, aku berpindah membuntuti Pick-Up plat “N”, dan malah main salip-menyalip karena sama sama takut gelap hehehehe.
Etape paling berat adalah Sragen-Ngawi-Madiun, jalanan udah keriting dan saling bertambal sulam pas memasuki perbatasan Jateng-Jatim. Jam setengah 2, sebelum masuk Ngawi aku sempat masuk POM untuk sekedar cucimuka, soalnya mata dah mulai pedhes. Pengennya beristirahat sejenak di teras POM sambil menyalakan sebatang rokok, eh lah dalah aku malah ketiduran sampe jam 3-an. Setelah sadar, kulanjutkan perjalanan lagi.
Jam 4.30 adzan subuh mulai berkumandang bersahut sahutan di setiap mushola & mesjid yang kulewati. Kuputuskan untuk berhenti di Mesjid sebelum RSUD-Madiun. Aku mengikuti sholat shubuh berjamaah sampai sekitar jam 5. Suasana fajar sudah mulai terasa, embun pagi dan kabut yang semakin dingin mulai menusuk menerpa tanganku yang tak tertutup jacket. Kecepatan scorpio pun bisa kupacu sampai 100km/jam, karena jalanan yang mulai terlihat terang.
Jam 6 lewat dikit, aku dah memasuki kediri. Apesku berlanjut, secara tiba tiba ban belakang scorpioku kempes. Aku-pun berhenti untuk memastikannya… Semakin kagetnya aku karena kutemukan ini
![]()
![]()
![]()
Wah langsung ku-abadikan letak ranjau paku tersebut yaitu di jalan Mayjen Sungkono Tepatnya di depan POm-Bensin. ni fotonya

dan hebatnya 1oo meter dari TKP kutemukan kios tambal ban (foto di atas di ambil dari depan tempat tambal ban).
Hampir setengah jam aku menunggui ban-scorpioku yang dijahit dan di tambal,… kutanyakan berapa ongkosnya dan begitu mendengar ongkosnya kau kaget, sampe ku ulang pertanyaanku “pinten Pak?”. dan jawabannya tetap “nemewu mas” dalam bahasa indonesia “enam ribu mas”. Massya ALLAH murah bangedz,..
K ondisi ban sudah fit, orangnya juga fit, jalanan yang mulai rame dengan pelajar yang berangkat sekolah. Setelah melewati batas kota, aku mulai menambah kecepatan menuju Blitar via Srengat. Jalanan Kediri-Blitar-Kepanjen kutempuh kurang dari 2jam. Sebelum masuk desaku, kuisi tangki scorpioku untuk mengembalikan ke posisi FULL-TANK. Sebanyak 8.5 liter sudah terisi dan tercatat di SpedoMeter Scorpioku jarak tempuh yang sudah kulalui adalah 350Km.
Kesimpulannya scorpioku memiliki rasio 1:40, 1 liter untuk 40km perjalanan








bolehkah saya pertamax?:D
lho kenapa gak minta slip biru saja, biar gak pake sidang….
slip merah berarti kita menyangkal tuduhan jadi harus sidang
slip biru bararti kita menerima tuduhan so tanpa sidang langsung bayar di bri!
gak percaya? tanya pak pol via sms centernya.
tapi kenapa ya kok gak disosialisasikan…
teman saya palingsuka makai slip biru buat gertak polisi. kalo polisi ngajak damai, kita tawar aja paling murah, limaribu apa sepuluhribu, kalau gak mau minta slip biru! dia pasti mikir…
“ketimbang ora oleh popo, yo wis mas limangewu wae”
hahahahahaha
dasar pak pol!
@yus aja : boleh boss,… hehehe
@slamet : Sudah pak, sudah saya bilang saya minta slip biru,.. tapi Masalahnya klo pake slip biru,.. kta mau setor di BRI mana? (aku dalam perjalanan dan pada malam hari pula)
Trus STNK/SIM ku yg ketahan di bawa siapa?? selama aku belum bayar di BRI???
Masih berhubungan dengan pulisi daerah itu lagi bukan??
Polisi yang menghadapi saya bukan pulis tukang damai,… tapi pulisi bener soalnya lagi OPerasi Gedhe. dan sepenglihatan saya selama proses penilangan, tidak ada yang melakukan damai ditempat.
Makanya aku pun memilih sidang, karena perjalanan ku masi harus berlanjut.
salut!, terharu juga bacanya…
perjalanan panjang penuh cobaan
kok nda sampe malang?
@zam
sebetulnya ga panjang panjang amat sik pak,.. masih panjang perjalalannku jakarta-malang-denpasar.
Tapi waktu itu alahamdulillah aman ndak ada kendala apa apa kecuali polisi usil yang ada.
@neng biker
ya pasti nyampe lah, di kepanjen pagi hari,.. trus istiraharat. habis magrib ke sengkaling ngambil kaos di zoel-ongisnade.net. trus ke coban rais (ada acara HME-Poltek Malang)
hohoho… sungguh berat cobaan hidupmu nak *nepok-nepok bahu Fahroe, ada nyamuk soal e* hekekeke…
@tjahaju
tankiu tankiu,..
*nyamuk-e cewek jenenge dian*
wah luar binasa perjalannya….ikut tepuk-tepuk bahu kaya Dian…buak bok boak bouk
Kesimpulannya scorpioku memiliki rasio 1:40, 1 liter untuk 40km perjalanan ?
Gile bener mioku saja cuma berapa yah 30 kali…itu juga kalau dibawah ke luar kota, mesinnya cepet panas
@rwincyn
*uhuk…uhuk…* mengguk gara2 nepuknya kebanteren
@uwiuw
nah itulah hebatnya pio,… beda sama mio
pio pake kopling tangan
mio pake cvt (tanpa kopling)
pio pke tangki 13 liter
mio pke tangki kurang dari itu
buat jarak jauh
pio anteng melaju 100km/jam
mio ga tau deh,…
“Alhamdulillah aku berhasil membuntuti seekor Truk yang berjalan pelan”
gak e mas… saya masih penasaran pengen tau ekornya truk. di depan apa di belakang? hehehe
kasian banget sih, untung udah didokumentasikan
iki bukan untung mas,.. tapi apes…
hidup penuh perjuangan ya pak
sama mas, ku juga baru ja kena nich..habis 80rbu..tuh pake slip biru ditawar sampe moncrot nggak bisa. polisine menyebalkan!!!!!
@hawee
begitulah hidup,… cie cie cie
@galih
percuma slip biru juga kita masih berurusan ama pulisi itu juga,… karena sebelum kita bayar denda ke BRI, STNK/SIM yg masih dipegang pulisi yg bersangkutan
Ya, ampun. sampean kui kerjone opo? Kok dowo banget perjalanan numpak scorpio? Weleh2 mbok numpak pesawat wae. kekekekeke
weleh weleh soko sragen ngawi kok ngidul paran madiun, lapo nggak ngawi karangjati anjur caruban nganjuk. weladala
antara apes dan untung, karena irit transport dan selamat sampai tujuan, tp apes kena tilang dan ban kena paku…..
memang repot sih klau ditilang didaerah yang kita tidak kenal, makanya ada peta yang membantu, oh ya mas sekedar tips aja klau waktu ditilang kita ngotot minta skrinsyut biasanya ditanya mas ya wartawan. jawab aja ya iya. cos bisa jadi bisa damai
mas ditilang itu salahnya apa yah?SIM ada,ATNK juga ada…kok ditilang?…iki piye