Dari Malang Post: Selamat Pagi Malang


Perjalanan pulang dari kantor ke rumah, biasanya diisi dengan mendengarkan radio yang memutar lagu-lagu nostalgia. Pada saat menjelang tengah malam itu, ada beberapa radio yang memutar lagu-lagu lama. Lumayan, untuk klangenan sambil mengenang masa-masa lalu. Kalau tidak lagu lama, acara ludrukan Kartolo Cs menjadi menu yang sangat menarik. Guyonan khas Kartolo,Sapari, Ning Tini dan almarhum Baseman sedikit mengurai stress usai dikejar-kejar tengat. Tapi kini ada alternatif baru mendengar radio pada malam hari, bukan lagu, bukan ludrukan, tapi acara interaktif soal Arema.

Beragam komentar tentang Arema muncul, baik melalui telepon langsung maupun SMS. Acaranya dikemas dalam kemasan yang akrab, egaliter, dengan bahasa yang komunikatif. Tak ketinggalan, bahasa Malangan mewarnai acara tersebut. Program ini diberi titel : Bos, Bal-balan, Bos dengan pemandu acara yang sangat akrab di kalangan Aremania, Yoseph Kepet.

Pria subur berambut gondrong ini pernah menjadi tandem Yuli Sumpil saat menjadi dirijen, mengomando Aremania untuk menyanyi, menari saat Arema bertanding. Tapi kini, Kephet lebih enjoy sebagai wartawan sekaligus penyiar. Kali pertama mendengar acara ini rasanya kok tidak jauh beda dengan acara sejenis yang sudah ada, ada yang berkomentar lewat telepon, ada juga yang berkomentar lewat SMS.

Di radio, para Aremania itu mengeluarkan komentar yang tajam dengan analisa yang mendalam, baik soal teknis maupun masalah yang berkaitan dengan kebijakan tim. Tak ada setitik pun masalah di dalam tubuh Arema yang lepas dari kritik Aremania. Hebat. Mendengar komentar-komentar itu, saya bangga sekaligus miris. Ya, bangga karena mereka punya daya nalar yang lumayan bagus menyikapi kondisi tim kesayangannya. Tapi saya juga miris, komentator Aremania Korwil Elektronik itu bisa menggusur komentator sungguhan di radio setiap kali Arema bertanding.

Tapi yang ditampilkan dalam acara Bos, Bal-balan, Bos, agak lain, meskipun formatnya sama, ada telepon ada SMS. Bos Kepehet – panggilan penyiar itu – ingin mengajak para Aremania mengeluarkan komentar yang menyejukkan, tidak membakar emosi atau menyerang pribadi. Memang ada yang berkomentar keras, tapi dia berupaya untuk mengarahkan bahwa, semuanya untuk kebaikan Arema.

“Ledome lak ngono a jes, yak opo Arema tambah apik maine,” katanya mengomentari telepon Aremania.

Kalau ada yang berkomentar keras misalnya, cepat-cepat didinginkan dengan guyonan segar.

Ini tentu beda dengan acara di tempat lain. Komentar pedas memanaskan telinga kerap keluar dari para Aremania melalui telepon dan SMS. Sepertinya tak ada yang baik di dalam tubuh Arema sehingga harus dihujat dan dicaci. Di mata mereka – para Aremania yang kerap berkomentar di radio – tidak ada yang benar di manajemen Arema, apa pun yang dilakukan selalu salah. Ketika Anthony Jommah Ballah bermasalah dan mengklaim akan keluar dari Arema bersama ahmad Kurniawan dan Joao Carlos, kesalahan langsung ditimpakan kepada manajemen. Bahkan ketika Emaleu Serge luka saat ikut Jusuf Cup di Makassar, Aremania ramai-ramai menyalahkan manajemen yang katanya tidak mau membiayai pengobatan Serge. Pelatih Miroslav Janu adalah orang yang paling sering mendapat kecaman para Aremania elektronik itu – mereka bebas dan aman karena sulit dilacak, apalagi pakai nama samaran. Kalau Arema mengalami kegagalan, itu semua kegagalan Miro. Kata-kata Miro goblok, pecat Miro dan segudang sumpah serapah yang lain, meluncur dengan deras. Seakan-akan Miro adalah commond enemy.

Ironisnya, para “komentator” sering tidak tahu masalah sesungguhnya, yang penting ngomong. Dalam kasus Serge misalnya, semua biaya pengobatan ditanggung manajemen. Begitu juga kasus Ballah. Akhirnya terbukti, dia masih senang bermain di Arema.

Dalam beberapa kasus, konsumen media memang perlu diarahkan. Mereka bebas berkomentar, tapi kalau sudah memasuki wilayah tertentu harus dikendalikan, bukan malah dikompori agar komentarnya semakin keras.

“Nawak-nawak kudu ati-ati, lek gak ngono, wah iso ayahab lo. Wis yo, sak mene ae. Bos, bal-balan, bos.”

(Husnun N Djuraid)

Perihal BroFahroe
Aremania - RF Engineer - ScorpioZ Rider - Canon 450D User

One Response to Dari Malang Post: Selamat Pagi Malang

  1. dargo mengatakan:

    boosss bal..balan……. bosss
    he he he.. kipa ilakes acarae, ben jam 20.00 wib senin sampek jumat mesti kuping tak sumpeli handset teko hpq. dengar radio artupanes radione arek malang. masio gak tau telp. opo sms aq ora mblenger-2 dengar suarane bos kephet.
    salam utas awij……. “ledome rek lak ngonoa……”

Berikan Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: