Tren GPRS


Iseng iseng buka aplikasi di Nokia 5500ku, sudah terinstal dengan berbagai macam software java yang harus menggunakan GPRS yaitu Morange biasanya aku pake untuk baca email pop3 (push email), baca rss blog temen dan chatting juga, lalu Mig33 untuk chating dengan komunitas, Y!M untuk posting di kronologger™, trus ada Mobispine yang ini untuk mobile blogging. Dan yang utama Opera Mini ini tool utamaku menjelajah internet selain dari firefox di laptopku. Ada satu aplikasi yang barusaja ku install yaitu shmesenger, tapi belum sempat di gunakan karena ribetnya proses registrasi. tentang GPRS di Indonesia

Iklan

3G atau GPRS ??


Pertumbuhan 3G yang hanya disebarkan di perkotaan besar saja, membuat isi pelanggan daerah yang belum merasakan 3G. Hal itu cukup beralasan karena untuk menggunakan jaringan 3G ada
beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi, yaitu :
Baca pos ini lebih lanjut

Morange – Apaan nih…


Persaingan teknologi telepon selular antar operator di negara kita, membuatku sulit untuk memilih operator mana yang pantas buatku. Alhasil, aku sekarang malah punya (bangkai) SIMCard dari masing masing operator. Dari prabayar seperti bebas, im3, mentari, 3, bahkan layanan pasca bayar seperti xPlor, Halo dan Matrix udah pernah kucoba.

Tapi yang paling utama, menurutku adalah bagaimana caranya biar komunikasi kita irit saja… dengan jangkauan maksimal tentunya. Sudah banyak software yang beredar yang menawarkan push sms via GPRS seperti SmsQta atau Mig33 dan masih buanyak yang lain termasuk messenger client yang langsung bisa di aplikasikan di HP baik menggunakan Java maupun Symbian.

ini speknya morange….

Telco Engineer Menganggur??


Itulah aku, minggu minggu ini adalah minggu sibuk aku mengirimkan berbagai lamaran pekerjaan. Dan yang aku bingungkan sekarang adalah, perusahaan mana yang tepat yang harus kykejar?? Menyadur tulisan mas priandoyo http://priandoyo.wordpress.com/2007/02/22/berapa-gaji-engineer-itu-tips-interview/

Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan rekan-rekan pada saat akan interview, pindah pekerjaan ataupun mempertimbangkan antara menjadi karyawan atau wirausaha, adalah tentang gaji, berapakah kita akan dibayar untuk mengerjakan pekerjaan yang sangat membosankan itu. Menjawab pertanyaan ini kita perlu mempertimbangkan beberapa hal:

 A. Standar Kompetensi
Pada negara berkembang (indonesia tepatnya) Engineer Telco menduduki kompetensi termahal dibandingkan rekan-rekannya di Informatics, Machnine (Manufacturing), Oil & Gas, Civil, atau Chemical. Hal ini didasari fakta bahwa:

 1. Pass in grade elektro ITB, UI, UGM, STT, ITS dan bahkan univ. swasta termasuk paling tinggi dibandingkan bidang yang lain. Lebih khusus lagi elektro Telkom menduduki rangking top dibanding arus kuat, arus lemah dsb dkk.

 2. Industri Telco di Indonesia sedang tumbuh pesat, bandingkan dengan era 70-an dimana Civil construction booming. Pertumbuhan ini juga didukung dengan working environment yang lebih nyaman dibandingkan pekerjaan di Oil Drilling, di proyek-proyek civil yang panas dan berdebu, atau dibandingkan project ditengah hutan dan laut. Umumnya pekerjaan Telco dilaksanakan diruang-ruang bising ber-AC ditengah2 pagi buta.

 

B. Standar Industri
Telkom Indonesia yang kapitalisasinya mencapai 150T dan next 2010 ditargetkan 300T, memberikan profit yang lebih besar dibandingkan Pertamina dan Bank Mandiri, para raksasa di kategorinya masing-masing. Indonesia diuntungkan jumlah user yang besar, barrier telco yang rendah, dll silahkan dianalisa sendiri, compare to others.

 

C. Standar tipe pekerjaan (vendor atau end user)
Vendor termasuk konsultan, auditor, lawyer, creative, etc professional third party seperti Siemens, Ericcson, Nokia, ZTE, Huawei memiliki tipe pekerjaan yang berbeda dibandingkan end user semacem XL, atau ISAT.

 

Vendor seringkali menggaji engineernya diatas end user mengingat waktu kerjanya yang lebih panjang, ready to call, standby dkk pressure lainnya. Vendor pada umumnya memiliki kesempatan belajar yang lebih besar dibandingkan end user. Dan vendor seringkali berstatus temporary employee, mengingat ketidak pastian project, kebijakan global (ex: Siemens)

 Dan aku sangat berharap bisa masuk di perusahaan telekomunikasi nasional / internasional. Telkomsel adalah sasaran utamaku, tetapi mereka selalu mencari S1, sedangkan aku sendiri masih berijazah D3. Aku sekarang masih melakukan transfer ke S1-Elektro di Universitas Jayabaya. Vendor Ericsson & Nokia kayaknya tempat yang baguuntuk berkecimpung di dunia ini,… ah sabar dulu ah… nyelesaiin kuliah dulu … 😦

%d blogger menyukai ini: